Untaian Zamrud Buat Istri [oleh : Al-Ustadz Abu Nasiim Mukhtar “iben” Rifai La Firlaz]

2 Oct

Istri mana yang tidak akan tersanjung bahagia jika seuntai perhiasan dikadokan sebagai hadiah oleh suaminya? Apalagi, untaian itu bukan sembarang untaian. Zamrud kehijau-hijauan asli dari kawasan tambang Kolombia, Amerika Latin. Ini bukan emas atau perak. Ini zamrud, lambang dari keindahan perhiasan.

Di tambah lagi watak wanita yang sangat menyukai perhiasan, tentu kado tersebut akan sangat berkesan. Jangankan seuntai zamrud, gelang perak atau cincin emas saja akan membuat hati seorang istri berbunga-bunga. Atau tidak usahlah emas dan perak, sebuah jepit rambut berwarna pink yang dibeli suami saat keluar kota, pasti memiliki nilai tersendiri ketika diserahkan sebagai oleh-oleh.

“Harganya memang tidak seberapa. Namun, jepit rambut ini adalah bukti bahwa aku selalu mengingat dirimu saat aku jauh darimu”, sapa sang suami.
Masalahnya, tidak semua suami mampu mengkadokan seuntai zamrud, gelang perak atau sebuah cincin emas. Juga tidak setiap saat seorang suami pergi keluar kota sehingga berkesempatan membeli oleh-oleh untuk sang istri. Padahal setiap istri selalu berangan-angan untuk disenangkan hatinya oleh suami. Jadi, langkah apa yang harus dilakukan seorang suami?

Di salah satu ayat surat AzZukhruf, Allah menegaskan tentang sifat dasar kaum wanita. Allah berfirman,

أَوَ مَن يُنَشَّؤُا فِي الْحِلْيَةِ وَهُوَ فِي الْخِصَامِ غَيْرُ مُبِينٍ
Dan apakah patut (menjadi anak Allah) orang yang dibesarkan dalam keadaan berperhiasan sedang dia tidak dapat memberi alasan yang terang dalam pertengkaran. (QS. 43:18)
Ayat ini menjelaskan bahwa kaum wanita adalah makhluk yang selalu akrab dan senang dengan perhiasan sejak ia dilahirkan. Salah satu fungsinya adalah untuk mempercantik diri secara dzahir. Sifat wanita lainnya adalah keterbatasan di dalam mengungkapkan dan mengutarakan isi hati. Sekuat dan setegar apapun seorang wanita di dalam menghadapi kerasnya kehidupan, tetap saja ia harus memperoleh kelembutan dan perhatian.(Tafsir As Sa’di)

Jangan sakiti hati istrimu! Perlakukanlah dia dengan cinta dan kasih sayang. Berlemah lembutlah kepadanya!

Sebuah Ruang di Sudut Hati Istri

Sadarilah, wahai Suami…

Istri sebagai seorang wanita adalah makhluk yang membutuhkan kelembutan. Jalan terakhir yang bias dilakukan oleh seorang istri–seringnya demikian- hanyalah menangis dan mencucurkan air mata. Pada dasarnya, seorang wanitalebih cenderung untukmenyimpan dan memendam rasa dari pada harus mengungkapkannya.

Tahukah Anda, wahai Suami? Apakah yang tersembunyi di sudut relung hati seorang istri?

Di sudut relung hati seorang istri ada sebuah ruang kecil dan tersembunyi. Ukuran ruang tersebut memang secara dzahir tidak terlalu besar. Namun, saat Anda benar-benar memasuki ruang tersebut ada sebuah alam ketentraman dan kebahagiaan yang bisa ia rasakan. Dari ruang tersebut memancar cahaya keceriaan yang tak kunjung padam selama Anda sebagai suami selalu menjaga agar sumber cahaya tersebut tetap menyala.

Andai ruang kecil di sudut relung hati istri, mampu Anda isi dan penuhi dengan nyala “perhatian”, pasti ia akan merasa menjadi istri yang beruntung. Bagi seorang istri, perhatian dari suaminya melebihi nilai zamrud, emas, perak dan perhiasan lainnya. Perhatian suami adalah seuntai perhiasan yang selalu di harap-harapkan oleh seorang istri.

Tidak perlu Anda bertanya lagi kepada istri Anda tentang hal ini! Sebab, ia hanya akan menjawab dengan anggukan penuh malu.
Nabi Muhammad adalah figur seorang suami yang sangat sempurna di dalam memberikan perhatian kepada istri. Bila saja kita memiliki kesempatan untuk sebentar saja menilik kehidupan rumah tangga beliau, tentu taman-taman indah akan terbentang luas di hadapan kita. Untuk merinci atau menyebutkan contoh-contoh perhatian Nabi Muhammad kepada istri seyogyanya memang dikhususkan dalam sebuah tulisan tersendiri.

Namun, cukuplah kiranya pesan dari Nabi Muhammad berikutini. Beliau bersabda,

خَيْرُكُمْ خَيْرُكُمْ لِأَهْلِهِ وَ أَنَا خَيْرُكُمْ لِأَهْلِيْ
“Orang terbaik di antara kalian adalah orang yang terbaik di dalam bersikap kepada keluarganya. Dan saya adalah orang yang terbaik di antara kalian terhadap keluargaku”.Hadist Ibunda Aisyah riwayat Tirmidzi (2/323) dishahihkan Al Albani dalam Ash Shahihah 1/513.
Nah, wahaiSuami, baarakallahufiik.

Berbentuk apakah perhatian yang bias dilakukan untuk istri? Sangat banyak dan beragam jawabannya. Mudah-mudahan sepenggal tips berikut bisa Anda renungkan dan pikirkan dengan baik.

Menjadi Pendengar Terbaik Baginya

Sesuai kodratnya seorang istri mengemban tugas yang tidak ringan. Oleh sebab itu, seorang suami berkewajiban untuk membantu meringankan beban tersebut. Caranya?

Luangkan waktu untuk istri Anda! Ya, berilah waktu khusus untuk istri Anda agar dia bisa mengalirkan beban-bebannya yang sekian lama mengendap di hatinya. Kondisikan istri Anda agar mau berbagi cerita tentang aktifitas hari ini yang telah ia lakukan. Dan, Anda harus siap untuk menjadi seorang pendengar yang baik.

Waktu mungkin bukan masalah. Namun, memilih waktu yang tepat tentu semakin membuat istri Anda semakin merasa dicintai dan diperhatikan. Pilihlah waktu di malam hari, saat anak-anak Anda telah tertidur lelap dalam mimpi.

Berilah kesempatan untuk istri Anda bercerita tentang kondisi rumah dan anak-anak hari ini. Pengalaman menarik apa yang dirasakan saat berbelanja ke warung pagi tadi. Tanyakan kepada istri tentang apa yang bisa Anda lakukan untuknya. Buatlah istri Anda merasakan kenyamanan dan ketentraman saat ia bercerita di hadapan Anda. Sebab, tugas suami adalah menghadirkan ketentraman jiwa untuk sang istri.

Sadarilah bahwa salah satu tanda keharmonisan sebuah keluarga adalah komunikasi terbuka antara suami dan istri. Istri tidak pernah merasa khawatir dan cemas jika ia berterus terang. Ia menganggap suaminya sebagai penganyom dan pelindung. Sangat berbahaya sekali, jika istri menganggap Anda sebagai seorang penyidik atau interogator sehingga ia selalu merasa takut jika berbicara di hadapan Anda.

Al Imam Al Bukhari di akhir pembahasan tentang waktu-waktu shalat, membuat sebuah judul bab “Begadang bersama tamu dan keluarga”. Sebab, pada dasarnya begadang malam tidak boleh dilakukan kecuali dalam urusan agama. Namun, karena besarnya hak tamu dan keluarga, Islam lantas membolehkannya.

Sahabat Ibnu Abbas pernah bercerita (ShahihBukhari),

بِتُّ عِنْدَ خَالَتِي مَيْمُونَةَ فَتَحَدَّثَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَعَ أَهْلِهِ سَاعَةً ثُمَّ رَقَدَ
“Aku pernah menginap di rumah bibiku Maimunah (istri Rasulullah). Malam itu, Rasulullah berbincang-bincang dengan keluarga beliau (Maimunah) beberapa waktu. Setelah itu barulah beliau tidur”
Apakah Anda Merasakan Lelah Juga?

Mungkin Anda bisa saja bertanya? Sebagai suami, saya pun merasakan lelah dan capek. Seharian saya mencari nafkah, dari pagi hingga petang. Malam hari tentu lebih baik saya gunakan tidur untuk beristirahat.

Nah, di titik inilah Anda sebagai seorang suami akan diuji.

Di dalam mencari nafkah, menjalankan rutinitas dalam sebuah profesi, tentu Anda dituntut untuk melayani orang lain, bukan? Dokter, pelayan toko, pedagang, pegawai, karyawan, guru, polisi, tentara, pengelola warung makan atau silahkan saja sebut profesi-profesi lain. Bukankah di setiap profesi tersebut, Anda harus bias memberikan pelayanan kepada masing-masing obyek profesi?

Lalu, jika Anda bisa memberikan pelayanan dan perhatian kepada orang lain, kenapa Anda tidak melakukannya kepada istri Anda sendiri? Selelah apapun Anda, berilah kesempatan istri untuk berbagi cerita.

Bayangkanlah, wahai Suami!

Di sebuah malam. Anak-anak Anda telah nyenyak bermimpi. Secangkir teh panas dan beberapa potong gorengan tersaji di meja makan sederhana. Anda sedang mendengarkan istri Anda bercerita tentang aktifitas hari ini. Tentang anak-anak dan pekerjaan rumah lainnya. Atau apapun cerita yang bisa diungkapkan oleh istri Anda.

Sesekali Anda memberikan tanggapan dengan penuh kelembutan dan canda. Buatlah ia tertawa untuk menggantikan lelahnya! Tataplah wajahnya dengan penuh kasih sayang. Tunjukkan bahwa Anda benar-benar serius mendengarkan ceritanya. Buktikan bahwa Anda adalah seorang suami yang mampu merangkai “perhatian” dalam sebuah untaian indah. Mengalahkan untaian zamrud kehijau-hijauan.

Semoga, istri-istri kita merasakan nyenyak dalam tidurnya dan bermimpi indah terselimuti oleh perhatian suaminya.
Aamiin yaa Arham ar-Raahimiin

@

عارف الأثري

Kisah Nyata Marbot Masjid Atta’awun Cisarua Puncak Bogor

8 Jul

Cerita ini nyata yang mengisahkan dua sahabat yg terpisah cukup lama; Ahmad dan Zaenal. Ahmad ini pintar sekali. Cerdas. Tapi dikisahkan kurang beruntung secara ekonomi. Sedangkan Zaenal adalah sahabat yg biasa2 saja. Namun keadaan orang tuanya mendukung karir dan masa depan Zaenal.
Setelah terpisah cukup lama, keduanya bertemu. Bertemu di tempat yg istimewa; di koridor wudhu, koridor toilet sebuah masjid megah dengan arsitektur yg cantik, yg memiliki view pegunungan dengan kebun teh yg terhampar hijau di bawahnya. Mesjid tersebut adalah mesjid At-Ta’awun yang berada di puncak Bogor.
Adalah Zaenal, sudah menjelma menjadi seorang manager kelas menengah. Necis. Parlente. Tapi tetap menjaga kesalehannya.
Ia punya kebiasaan. Setiap keluar kota, ia sempatkan singgah di masjid di kota yg ia singgahi. Untuk memperbaharui wudhu, dan sujud syukur. Syukur-syukur masih dapat waktu yg diperbolehkan shalat sunnah, maka ia shalat sunnah juga sebagai tambahan.
Seperti biasa, ia tiba di Puncak Pas, Bogor. Ia mencari masjid. Ia pinggirkan mobilnya, dan bergegas masuk ke masjid yg ia temukan.
Di sanalah ia menemukan Ahmad. Cukup terperangah Zaenal ini. Ia tahu sahabatnya ini meski berasal dari keluarga tak punya, tapi pintarnya minta ampun.
Zaenal tidak menyangka bila berpuluh tahun kemudian ia menemukan Ahmad sebagai merbot masjid..!
“Maaf,” katanya menegor sang merbot. “Kamu Ahmad kan? Ahmad kawan SMP saya dulu?”.
Yang ditegor tidak kalah mengenali. Lalu keduanya berpelukan, Ahmad berucap
“Keren sekali Kamu ya Mas… Manteb…”. Zaenal terlihat masih dlm keadaan memakai dasi. Lengan yg digulungnya untuk persiapan wudhu, menyebabkan jam bermerknya terlihat oleh Ahmad. “Ah, biasa saja…”.
Zaenal menaruh iba. Ahmad dilihatnya sedang memegang kain pel. Khas merbot sekali. Celana digulung, dan peci didongakkan sehingga jidatnya yg lebar terlihat jelas.
“Mad… Ini kartu nama saya…”.
Ahmad melihat. “Manager Area…”. Wuah, bener-bener keren.”
“Mad, nanti habis saya shalat, kita ngobrol ya. Maaf, kalau kamu berminat, di kantor saya ada pekerjaan yang lebih baik dari sekedar merbot di masjid ini. Maaf…”.
Ahmad tersenyum. Ia mengangguk. “Terima kasih ya… Nanti kita ngobrol. Selesaikan saja dulu shalatnya. Saya pun menyelesaikan pekerjaan bersih2 dulu… Silahkan ya. Yang nyaman”.
Sambil wudhu, Zaenal tidak habis pikir. Mengapa Ahmad yg pintar, kemudian harus terlempar darik kehidupan normal. Ya, meskipun tidak ada yang salah dengan pekerjaan sebagai merbot, tapi merbot… ah, pikirannya tidak mampu membenarkan.
Zaenal menyesalkan kondisi negerinya ini yg tidak berpihak kepada orang-orang yang sebenarnya memiliki talenta dan kecerdasan, namun miskin.
Air wudhu membasahi wajahnya…
Sekali lagi Zaenal melewati Ahmad yang sedang bersih-bersih. Andai saja Ahmad mengerjakan pekerjaannya ini di perkantoran, maka sebutannya bukan merbot. Melainkan “office boy”.
Tanpa sadar, ada yang shalat di belakang Zaenal. Sama-sama shalat sunnah sepertinya.
Setelah menyelesaikan shalatnya Zaenal sempat melirik. “Barangkali ini kawannya Ahmad…”, gumamnya.
Zaenal menyelesaikan doanya secara singkat. Ia ingin segera bicara dengan Ahmad.
“Pak,” tiba2 anak muda yg shalat di belakangnya menegur.
“Iya Mas..?”
“Pak, Bapak kenal emangnya sama bapak Insinyur Haji Ahmad…?”
“Insinyur Haji Ahmad…?”
“Ya, insinyur Haji Ahmad…”
“Insinyur Haji Ahmad yang mana…?”
“Itu, yang barusan ngobrol sama Bapak…”
“Oh… Ahmad… Iya. Kenal. Kawan saya dulu di SMP. Emangnya udah haji dia?”
“Dari dulu udah haji Pak. Dari sebelum beliau bangun ini masjid…”.
Kalimat itu begitu datar. Tapi cukup menampar hatinya Zaenal… Dari dulu sudah haji… Dari sebelum beliau bangun masjid ini…
Anak muda ini kemudian menambahkan, “Beliau orang hebat Pak. Tawadhu’. Saya lah yg merbot asli masjid ini. Saya karyawannya beliau. Beliau yang bangun masjid ini Pak. Di atas tanah wakafnya sendiri. Beliau biayai sendiri pembangunan masjid indah ini, sebagai masjid transit mereka yg mau shalat. Bapak lihat hotel indah di sebelah sana? … Itu semua milik beliau… Tapi beliau lebih suka menghabiskan waktunya di sini. Bahkan salah satu kesukaannya, aneh. Yaitu senangnya menggantikan posisi saya. Karena suara saya bagus, kadang saya disuruh mengaji saja dan azan…”.
Zaenal tertegun, entah apa yang ada di hati dan di pikiran Zaenal saat itu
*****
Ada pelajaran dari kisah pertemuan Zaenal dan Ahmad. Jika Ahmad itu adalah kita, mungkin begitu bertemu kawan lama yang sedang melihat kita membersihkan toilet, segera kita beritahu posisi kita yang sebenarnya.
Dan jika kemudian kawan lama kita ini menyangka kita merbot masjid, maka kita akan menyangkal dan kemudian menjelaskan secara detail begini dan begitu. Sehingga tahulah kawan kita bahwa kita inilah pewakaf dan yang membangun masjid ini.
Tapi kita bukan Haji Ahmad. Dan Haji Ahmad bukannya kita. Semoga ia selamat dari rusaknya nilai amal, sebab ia tetap tenang dan tidak risih dengan penilaian manusia. Haji Ahmad merasa tidak perlu menjelaskan apa-apa. Dan kemudian Allah yg memberitahu siapa dia sebenarnya…
“Al mukhlishu, man yaktumu hasanaatihi kamaa yaktumu sayyi-aatihi” Orang yang ikhlas itu adalah orang yang menyembunyikan kebaikan-kebaikannya, seperti ia menyembunyikan keburukan-keburukan dirinya.[Ya’qub YahimaHullah, dalam kitab Tazkiyatun Nafs]
Sumber: fb Farisi Rakhman

Lihat Cara Teknisi ini Mencoba Mic!

8 Jul

Video ini merekam bagaimana seorang juru tata suara yang disewa masjid, sedang mencoba tata suara yang sudah diperbaikinya.

Yang menarik, ia mencoba mikrofon tidak dengan “tes-tes-tes, 1,2, 3,” seperti halnya biasanya.

Tapi ia mencoba mikrofon itu dengan mengaji. Hebatnya, ia mengaji dengan begitu indahnya.

Para jamaah di sekitar masjid pun melihatinya. Mereka merasa terkejut melihat pria itu mengaji dengan begitu indahnya.

Sejumlah sumber menyebut pria itu adalah seorang juru tata suara asal Philipina.

@http://suryamalang.tribunnews.com/

Al-Quran Digital Terbaru

26 Jun

University Raja Saud telah menghasilkan Al-Quran versi maya yang sangat mantap. Disertakan sekali terjemahan dan tafsir pelbagai bahasa beserta audio dari qari-qari terkemuka.

Al-Quran ini diberi secara percuma.

Versi android: https://play.google.com/store/apps/details…

Versi iOS: https://itunes.apple.com/…/ayat-al-quran-ayat-a…/id634325420

Versi Windows phone: http://www.windowsphone.com/…/f0269bf9-3d80-4eeb-8e33-5b46c…

Versi PC / Laptop (Online): http://quran.ksu.edu.sa/index.php…

Versi Download: http://quran.ksu.edu.sa/ayat/?l=en

Selamat membaca dan sebar-sebarkan. Semoga bermanfaat. Barakallahufikum.
_______________
Dr. Fathul Bari

Untuk alih bahasa tampilan awal klik gambar “bola dunia” di pojok kiri atas.

11402786_972230279488467_4319029872470125887_n 11088624_972230202821808_6507835314225510016_n 11659218_972230219488473_398133417275281701_n 11403472_972230242821804_2859144360034452043_n 11148841_972230259488469_3174027796031662104_n

Ditolak Sana-Sini, Pengungsi Rohingya Minum Air Kencing untuk Tetap Hidup

22 May

Foto Pengungsi Muslim Rohingya

Kisah hidup para pengungsi Rohingya asal Myanmar sangat memilukan. Ribuan pengungsi yang terkatung-katung di lautan, ini sempat ditolak oleh 3 negara ASEAN. Selama di lautan,muslim Rohingya terpaksa meminum air kencing sendiri agar tetap hidup, “Kami melihat ada orang yang minum air kencing mereka sendiri dari botol. Kami sudah melemparkan botol air untuk mereka, segala sesuatu yang kami punya di kapal,” kata Jonathan Head, seorang wartawan dari BBC.

Dilansir dari Tempo.co (15/05/2015), selain itu, setidaknya sepuluh pengungsi tewas akibat kelaparan dan kehausan di perahu nelayan yang telah terkatung-katung selama seminggu terakhir di Laut Andaman, yang terletak di antara Myanmar selatan dan Thailand barat. Seorang muslimRohingya mengatakan mayat-mayat orang-orang yang meninggal dibuang ke laut.

Foto Pengungsi Muslim Rohingya

Diperkirakan 6.000 pengungsi asal Myanmar berada di tengah laut akibat ditolak berlindung di negara-negara di ASEAN. Menurut laporan, lebih dari 120 ribu warga minoritas muslim Myanmar tersebut telah naik perahu ke negara-negara lain dalam upaya melarikan diri dari Myanmar.

Meski PBB dan badan-badan bantuan telah menyerukan pihak berwenang di Thailand, Indonesia, dan Malaysia untuk menyelamatkan para pengungsi itu, mereka tampak tidak mau mengambil para pengungsi. Sebelumnya, TNI Angkatan Laut memberi bantuan makanan dan air bersih serta membiarkan perahu kayu yang ditumpangi muslim Rohingya melanjutkan perjalanan ke Malaysia.

Foto Pengungsi Muslim Rohingya

Wakil Menteri Dalam Negeri Malaysia Wan Junaidi Jaafar mengatakan sekitar 500 orang berada di kapal yang ditemukan pada Rabu, 13 Mei 2015, di lepas pantai utara Penang. Setelah diberi beberapa perlengkapan, mereka diminta meninggalkan perairan Malaysia. “Apa yang Anda harapkan untuk kami lakukan,” ucap Junaidi.

Junaidi menuturkan pemerintahnya sudah berbaik hati terhadap para pengungsi tersebut. “Kami sudah sangat baik untuk orang-orang yang masuk ke perbatasan negara kami. Kami telah memperlakukan mereka secara manusiawi, tapi mereka tidak dapat membanjiri pantai kami dengan cara seperti ini,” ujarnya.

Foto Pengungsi Muslim Rohingya

Perdana Menteri Thailand Jenderal Prayuth Chan-ocha mengatakan, “Jika kami membawa mereka semua ke dalam negara kami, siapa saja yang ingin datang akan datang dengan bebas. Saya menanyakan, apakah Thailand mampu merawat mereka semua? Lantas dari mana anggarannya?”

Matthew Smith, direktur eksekutif kelompok hak asasi manusia nirlaba Fortify Hak, menyatakan, “Ini adalah krisis kemanusiaan serius yang menuntut tanggapan segera.”

http://www.lintas.me/

Do’a Untuk Kaum Minoritas Muslimin di Myanmar

22 May

MYANMAR – Belum kering air mata akibat serangan brutal dari etnis Buddha Arakan atau Rakhine, belum sembuh luka yang mereka derita, Muslim minoritas di Myanmar bertambah menderita akibat krisis pangan melanda.

Krisis kemanusiaan sedang terjadi di barat Myanmar, ribuan Muslim kekurangan pangan menyusul serangan-serangan mematikan dari penganut Buddha etnis Rakhine.

“Ada sekitar 20.000 pengungsi di Sittwe. Kebanyakan dari mereka berasal dari desa-desa dimana orang-orang dalam ketakutan kekerasan,” kata senator daerah Rakhine Aung Myat Kyaw kepada Reuters pada Kamis (14/6/2012).

“Mereka membutuhkan makanan dan dikarenakan hujan deras, ada kekhawatiran tentang kesehatan parapengungsi dan apakah mereka memiliki tempat tinggal yang cukup,” tambahnya.

Ratusan Muslim telah gugur (syahid Insya Allah) dan terluka akibat serangan dari etnis Buddha Arakan, ribuan rumah mereka telah dibakar sehingga mereka yang selamat harus mengungsi dan juga karena ketakutan akan serangan selanjutnya yang menargetkan mereka.

Dalam situasi demikian parah, ironisnya PBB dan sebuah grup bantuan medis mengatakan bahwa pekan ini mereka menarik staf mereka keluar dari daerah tersebut karena kerusuhan.

Delegasi khusus PBB untuk Myanmar, Vijar Nambiar, mengunjungi daerah itu pada hari Rabu (13/6).

Masyarakat internasional, terkhusus kaum Muslimin, mulai bangkit kesadarannya atas kondisi Muslim di Myanmar setelah tragedi mengejutkan, serangan terhadap bis yang membawa kaum Muslimin, beberapa disinyalir adalah para Da’i, oleh warga etnis Buddha Arakan yang menewaskan 10 Muslim. Kemudian serangankaian serangan terus berlanjut terhadap Muslim minoritas di daerah tersebut. Belum lagi baru-baru ini dilaporkan 10 Muslimah yang diperkosa oleh tentara Myanmar (Burma).

Kaum Muslimin dalam bahaya

Meskipun terdengar kabar bahwa kekerasan telah mereda, namun hal itu mungkin tetap membuat kaum Muslimin takut untuk kembali ke tempat tinggal mereka. Mereka masih dalam bahaya.

“Mereka khawatir atas hidup mereka,” kata Shwe Maung, seorang Muslim yang memimpin Persatuan Solidaritas dan Partai Pembangunan, kepada Reuters.

“Masih banyak warga Rohingya di dalam pusat kota Sittwe dan mereka takut diserang.”

Etnis Buddha Arakan menganggap kaum Muslimin Rohingya adalah ‘teroris penjajah’ atau ‘imigran ilegal teroris’, mereka tidak ingin Muslim tinggal di dekat mereka dan menanggap berkumpulnya etnis Muslim Rohingya bermaksud untuk menyerang etnis Rakhine. Dan etnis Rakhine sendiri mengakui telah membakar rumah-rumah Muslim Rohingya, “kami membakar rumah-rumah Rohingya karena mereka tinggal di dekat desa kami dan mereka berkumpul pada malam hari dan berusaha menyerang kami,” kata pria etnis Rakhine kepada Reuters pada (11/6).

Sempat ada laporan bahwa pasukan keamanan setempat membantu menghancurkan rumah-rumah Muslim. ”Pasukan keamanan membantu mereka menghancurkan rumah-rumah Muslim,” kata seorang pria, seorang pensiunan pejabat pemerintah yang juga tidak mau disebutkan namanya, melalui telepon dari rumahnya di dekat bandara Sittwe.

Muslim tercatat hanya lima persen dari lebih 53 juta penduduk Myanmar. Kelompok terbesar Muslim Myanmar adalah dari minoritas etnis-Bengali, umumnya dikenal sebagai Rohingya, terutama yang tinggal di negara bagian barat Rakhine, dimana mayoritasnya adalah penganut Buddha dari etnis Rakhine. Muslim di Rakhine, adalah salah satu minoritas di dunia yang paling teraniaya. (siraaj/arrahmah.com)

Kampanye Islamophobia dan Rasisme terhadap Muslim

Kampanye intensif terhadap Muslim Myanmar, dengan istilah yang dikenal sebagai“Kalas”, dimulai sejak November 2011 melalui jejaring sosial Facebook. Ribuan orang Buddha (baik etnis Rakhine atau non-Rakhine) telah menyebarkan pesan-pesan kebencian dalam bahasa yang sangat menghujat Islam dan pemeluknya. Meskipun awalnya mereka tampak menargetkan orang-orang Rohingya saja, namun kemudian mereka langsung menyerang kaum Muslimin Myanmar dan norma-norma Islam.

Kampanye Islamophobia tersebut bukan hanya dilakukan oleh orang-orang Burma lokal, tetapi juga mereka yang pro-Demokrasi dan para aktivis HAM dibawah perlindungan suaka di AS, Kanada, Eropa, Australia dan Thailand.

Karena kelalaian pemerintah, atas kondisi tersebut, para politisi etnis Rakhine secara terbuka dan dengan keras melawan etnis Rohingya. Oleh karena itu, mereka yang menyebut diri para patriot Buddha, mereka terus menyebarkan informasi kebencian.

Hampir setiap hari dalam beberapa bulan terakhit, jutaan pesan kebencian terhadap Muslim tersebar di Facebook dan e-mail.

Muslim minoritas Myanmar telah berusaha menghentikan kampanye Islamophobia dengan mendekati media-media mainstream Burma. Tetapi mereka sepenuhnya dan sengaja menolak untuk membantu, serta tidak memberitakan tentang kekerasan terhadap Muslim. Contohnya, sebagian besar media besar benar-benar diam pada saat penghancuran dua Masjid dan tindakan teroris terhadap rumah-rumah kaum Muslimin di utara dan pusat Burma pada April 2012 lalu.

Selain itu, sebelum pembunuhan pada hari Ahad tersebut, sebuah peristiwa pada (29/5), dikabarkan bawa seorang wanita (26) diperkosa dan dibunuh oleh tiga warga lokal yang diduga Muslim.

Sentimen anti-Muslim meningkat, media lokal Arakan, Narinjara memanfaatkan situasi dengan membuat berita provokatif. Mengaitkan insiden pemerkosaan-pembunuhan wanita itu dengan agama Islam, sehingga mendorong kemarahan warga lokal. The Irrawaddy, salah satu media paling terkenal di negara tersebut, melaporkan hal yang sama.

Hal tersebut, membuat kampanye provokasi terhadap Muslim menyebar di Facebook. Mempublikasikan berita provokatif yaitu bayaran sebesar 300 USD bagi siapa yang dapat melakukan serangan sex terhadap Muslimah, dan 500 USD bagi siapa yang dapat membunuh Muslimah. (siraaj/arrahmah.com)

Artikel: Nahimunkar.comMoslemsunnah.Wordpress.com

Derita Muslim Rohingya Myanmar: 15.000 Tewas, 21 Masjid Dibakar!

22 May

Rentetan kekejaman terhadap Muslim Rohingnya di Arakan, Myanmar, masih terus berlangsung. Sejauh ini, jumlah Muslim yang tewas mencapai 15 ribu orang. Sebanyak 30 ribu Muslim dinyatakan hilang, sedangkan5.000 orang lainnya ditahan, yang kebanyakannya adalah pemuda. Demikian laporan Nahzdatul Mufaqqirin, seperti dirilis EraMuslim, Jum’at (29/6).

Masjid juga tak luput dari target kekejaman orang-orang Budha Myanmar. Sedikitnya 21 masjid telah dibakar. Nahzdatul Mufaqqirin merinci, masjid-masjid yang dibakar itu terletak di desa Kemboh, Furam (2 masjid), Zailar (5 masjid), Buhor, Folton, Shun Dori, Dirom, Godubah, Forhali, Noyah, Shel Gara, Honsi, Am Bari, Sinkir, Santoli, dan Bodur.

Selain pembunuhan dan tindak kekejaman yang melukai fisi, kerugian harta dan kehormatan juga dialami Muslim Rohingnya. Massa Budha dilaporkan merampok dan menjarah desa-desa Muslim di Arakan serta memperkosa sejumlah Muslimah di sana. Ribuan Muslim yang ketakutan dengan kekejaman yang terus berlangsung, memilih mengungsi ke Bangladesh. Pejabat imigrasi Bangladesh memperkirakan, saat ini terdapat300 ribu pengungsi Rohingya. Mereka memilih Bangladesh dengan harapan memperoleh kehidupan yang lebih baik.

Namun, pengungsian tersebut bukan berarti tanpa masalah. Pekan lalu pihak berwenang Bangladesh memulangkan secara paksa sekitar 2000 orang etnis Rohingya. Selain itu, di daerah pengungsian kondisi para Muslim juga sangat memprihatinkan karena kekurangan makanan dan gangguan kesehatan akibat tempat tinggal yang memprihatinkan. Pekan lalu perahu-perahu Rohingya yang akan mengungsi ke Bangladesh ditembaki, mengakibatkan sebagian penumpang meninggal sebelum berhasil menginjakkan kaki di Bangladesh. [IK/EM/Ar/Hdy/Rpb]

BURMA –Kekerasan di desa-desa Muslim Rohingya di negara bagian Rakhine (Arakan) di Burma (Myanmar), meliputi pembunuhan, penjarahan, pembakaran, penangkapan masih berlangsung. Badan-badan internasional, seperti PBB, masih tak berdaya menghadapi sekelompok etnis Buddha yang didukung pasukan gabungan ‘keamanan’ Rakhine. Ribuan Muslim Rohingya telah gugur akibat dibantai oleh etnis Rakhine secara brutal. Puluhan ribu lainnya menjadi tunawisma dan sedang menderita kelaparan dan pengobatan di Arakan.

Media-media Burma yang pro-Rakhine telah menyebarkan propaganda terkait Muslim Rohingya. Mereka menggambarkan bahwa Muslim Rohingya adalah teroris dan yang membunuh serta membakar rumah-rumah etnis Buddha Arakan. Salah satu bukti bahwa orang-orang etnis Rakhine-lah yang melakukan kekerasan adalah bisa dilihat dari pakaian mereka yang memakai pakaian khas Buddhis atau celana pendek. Perlu diketahui bahwa kebanyakan Muslim Rohingnya, mereka biasa memakai sarung selutut, mungkin sangat jarang yang terlihat memakai celana pendek. Namun tidak menutup kemungkinan bahwa etnis Buddha menyamar berpakaian seperti Muslim Rohingya, buktinya saja, polisi Burma yang menangkapi para pemuda Rohingya yang kemudian disiksa, mereka diperlengkapi senjata untuk diambil gambar mereka dan disebarkan.

Ribuan lainnya terpaksa melarikan diri ke negeri tetangga, Bangladesh, untuk menyelamatkan diri mereka. Sejumlah Muslim berhasil sampai ke Bangladesh dan berdiam diri di kamp pengungsian Lada, di selatan Bangladesh, yang dioperasikan oleh LSM Muslim Inggris yang menyediakan pengobatan dan bantuan makanan. Namun karena keterbatasan, kamp pengungsian dibangun dengan seadanya bahkan tidak layak. Tak semua Muslim Rohingya dapat tinggal di kamp pengungsian, disebabkan ribuan dari mereka telah diusir oleh otoritas Bangladesh karena dianggap ilegal. Sementara sejumlah Muslim juga ditahan oleh polisi-polisi perbatasan dan bahkan dihukum dijemur di atas pasir pantai yang panas.

Muslim Rohingya baik yang masih tinggal di Arakan dan sedang mengungsi ke negara tetangga, sedang dalam kondisi kritis, butuh pertolongan segera dari dunia internasional. Hingga kini Muslim Rohingya masih hidup dalam ketakutan.

Jumlah kematian Muslim di Arakan capai 6000 jiwa

Kabar pembunuhan, pembakaran, penjarahan, pemerkosaan serta penangkapan Muslim Rohingya di negara bagian Arakan (Rakhine), Burma (Myanmar) masih terdengar. Kekerasan kejam tersebut dilakukan oleh orang-orang kafir Buddha dan pasukan gabungan tentara Burma. Ribuan jiwa Muslim tak bersalah telah gugur (syahid insya Allah) dalam kekerasan yang memuncak akhir-akhir ini.

Berdasarkan laporan dari forum Ansar Al-Mujahidin, para saksi mata dari keluarga korban yang terus berkomunikasi melalui telepon, memperkirakan bahwa jumlah kematian Muslim di Arakan dapat mencapai 6000 jiwa hingga saat ini (innalillahi wa innailaihi roji’uun). Sementara belum ada media yang dapat merinci jumlah spesifik korban, mengingat media-media saat ini hanya menerima laporan dari warga Rohingya di Arakan yang selamat dan masih bisa berkomunikasi. Menurut saksi, jumlah-jumlah yang selama ini dinyatakan hanya mewakili bahwa benar-benar terjadi pembantaian brutal terhadap Muslim di Arakan.

Selain itu dikatakan bahwa para etnis kafir Buddha telah membunuh ratusan orang Rohingya kemudian melemparkan jasad mereka ke teluk Bengal. Untuk menyembunyikan fakta dan menyebarkan propaganda busuk, para penganut Buddha etnis Rakhine itu menempatkan pakaian-pakaian yang biasa dikenakan warga Buddha kepada Muslim yang meninggal dan mengklaim bahwa mereka adalah jasad orang Buddha yang menjadi korban.

Pasukan gabungan Nasaka dan orang-orang Buddha Rakhine juga menangkapi warga-warga Rohingya dari desa-desa mereka yang dapat memimpin penduduk Muslim, kebanyakan pria dewasa atau para pemuda, dibawa ke tempat yang tidak diketahui dan dikabarkan telah tewas tak terlihat oleh penduduk setempat.

Lebih jauh lagi, karena kebanyakan yang dibunuh adalah Muslim laki-laki, sehingga banyak Muslim tinggal di rumah mereka tanpa perlindungan dari laki-laki, dan banyak Muslimah serta anak-anak yang melarikan diri menuju perbatasan Bangladesh, namun ironisnya pasukan ‘keamanan’ perbatasan Bangladesh mengirim kembali perahu-perahu mereka ke Myanmar, sehingga orang-orang kafir Buddha menenggelamkan perahu-perahu kaum Muslimin dan membunuh para penumpangnya.

Sementara puluhan ribu Muslim Rohingya di kota-kota di Arakan sedang menderita kelaparan karena tidak ada pasokan pangan yang cukup, juga karena toko-toko mereka telah dibakar habis, dan mereka juga menderita karena harus menjadi tunawisma karena rumah-rumah mereka ludes terbakar, hanya tinggal di tempat-tempat pengungsian yang sangat buruk kondisinya.

© Bersamadakwah.com dan Kabarnet.Wordpress.com publish kembali olehMoslemsunnah.Wordpress.com