Kisah Nyata “AKIBAT KESOMBONGAN”

15 Jun

Gambar

Sumber: Ikhwan Terasing (dg perubahan)

Pak Abdullah (sebut saja begitu), bercerita kepada saya mengenai masa lalunya yang penuh dengan keangkuhan. Ia berharap agar saya bisa mengambil pelajaran dari masa lalunya itu. Kisah ini ia ceritakan saat kami duduk berdua menanti acara pembagian kelulusan Anak-anak kami di SMK Islam 2 Sudirman Amabarwa.

Setelah kisah ini saya ceritakan kepada istri dan anak-anak asuh, saya memandang perlu untuk berbagi Ibrah ini ke teman-teman Facebook. Namun karena keterbatasan, saya tidak akan menceritakan persis seperti yang keluar dari seluruh lisannya Pak Abdullah. Namun saya akan bawakan kisah ini dengan bil’Ma’na (secara makna tanpa merubah hakiki kisahnya) dan saya berusaha menyingkatnya;

Begini…

Pak Abdullah adalah seorang yang kaya dengan rumah yang mewah besar di tengah kota Semarang. Mobilnya yang mewah dan tidak satu jumlahnya menghiasa halaman rumah mewahnya.

Ia adalah kontraktor yang cukup ternama pada zamannya di negeri ini khususnya di Semarang. Dan istrinya adalah seorang pengusaha Pemasok properti yang cukup tangguh.

Sombong, itulah yang kemudian melekat pada diri Pak Abdullah ini. Betapa tidak ia dalah orang yang kaya!

Pak Abdullah seringkali bulak balik Semarang-Magelang, karena Magelang adalah tempat kelahirannya dan tempat orang tuanya yang masih berada disana. Sudah tentu jika dari Semarang menuju Magelang akan melewati kota kecil yang menawan, Ambarawa.

Di kota itulah sopirnya seringkali meminta izin kepada Pak Abdullah untuk mengunjungi istri dan anak-anaknya di rumah kontrakannya. Begitulah setiap kali melewati Ambarawa, pak sopir sering meminta izin. Dan sesering itu pula ia mengajak kepada sang Majikan pak Abdullah untuk mampir ke rumahnya. Tidak sekedar basa basi… Pak sopir ingin sekali sang Majikan mampir kerumahnya walau di halaman teras kontrakannya… ia ingin Majikannya tau bahwa ini rumah karyawannya yang setia melayani kemanapun berada.

Namun sesering ajakannya itu pula, Pak Abdullah menolak dengan sombongnya tidak mau turun dari mobil mewahnya itu. Ia tidak mau mengunjungi rumah kontrakan sopirnya yang sangat sederhana itu. wal hasil Pak Abdullah tidak pernah tau rumah sopirnya yang setia itu.

Dunia berputar, Roda menggelinding…
Pak Abdullah pun mengalami cobaan yang membuat hartanya satu persatu habis bahkan meninggalkan hutang besar ke bank-bank konvesional yang penuh dengan ribaa’.

Akhirnya Pak Abdullah dan keluarganya menjual harta yang tersisa untuk mempertahankan hidup dan kehidupan keluarganya.

Pak Abdullah pun kesana kemari mencari tempat tinggal baru setelah rumah mewahnya disita oleh suatu bank.
daerah demi daerah ia kunjungi… kota demi kota ia jamah….

DAN TAHUKAH ANDA AKHIRNYA PAK ABDULLAH TINGGAL DIMANA?

Ia tinggal Di rumah yang mana dulu pernah di tempati sopirnya!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: