Mengapa Mobil/Motor Bisa Mendadak Mogok di Atas Rel KA?

16 Jun

Gambar

Peristiwa mobil tertabrak kereta api karena mogok tiba-tiba saat melintasi rel kerap dikaitkan dengan hal mistis oleh masyarakat di sekitar lokasi. Padahal selain hal itu belum tentu benar, untuk membuktikannya pun tidak mudah. Lalu, adakah penjelasan ilmiah yang masuk akal mengenai fenomena ini?

Kejadian ini sering terjadi di perlintasan rel tanpa palang pintu. Biasanya sopir lengah dan tak menyadari kedatangan kereta. Selain itu, mobil yang mogok umumnya berbahan bakar bensin. Para pakar berkesimpulan, bahwa faktor medan magnet-lah pemicunya.

Bagaimana Medan Magnet Dapat Mematikan Mesin Mobil?

Rel yang dilewati kereta api dalam jarak 600 meter ternyata menghantarkan medan magnet yang sangat tinggi, sehingga bisa mematikan putaran mesin mobil yang melintasi rel tersebut.

Kenyataan itu dibenarkan oleh dosen Teknik Mesin Institut Teknologi Surabaya (ITS) Dr Ir Djoko Sungkono MEng SC, sebagaimana pernah dirilis situs Detik.com.

Menurut dia, penyebab kendaraan (baik mobil maupun sepeda motor) mogok tepat di atas rel, adalah karena medan magnet yang dikeluarkan roda kereta api dan menyalur melalui relnya.

”Roda KA dari baja berjenis ferritic mempunyai medan magnet yang sangat kuat. Baja ferritic itu yang terbaik magnetnya dibanding jenis baja lainnya,” papar Djoko.

Karena perputaran roda yang sangat cepat dan tinggi itulah, maka medan magnet akan maju lebih dahulu. Bisa mencapai 600 meter ke depan. Artinya, ketika kereta api lewat, dalam radius 600 meter ke depan rel tersebut menghantarkan medan magnet yang tinggi. Jika pada saat itu ada mobil yang melintas di atas rel, maka medan magnet itu dapat mematikan mesin mobil secara mendadak.

Namun, medan magnet yang kadang menjadi pemicu kecelakaan itu semestinya bisa diantisiapasi oleh pihak PT Kereta Api Indonesia.

“Sebenarnya caranya mudah. Di setiap perlintasan KA, terutama tanpa palang pintu harus dibuatkan ground yang menghubungkan rel dengan tanah. Itu akan bisa menghilangkan medan magnet,” tutur Djoko.

Antara Kendaraan Berbahan Bakar Bensin dengan Solar

Berdasarkan teori medan magnet, kendaraan yang rawan mogok mendadak di atas rel adalah kendaraan yang berbahan bakar bensin, sedangkan yang menggunakan solar tidak terpengaruh. Hal ini karena kendaraan berbahan bakar bensin, masih menggunakan platina dan CDI.

Saat terkena medan magnet besar, pengapian CDI ini akan terpengaruh, sehingga mesin bisa mati. Selain itu, kekuatan akinya masih 12 volt. Sementara kendaraan berbahan bakar solar berbeda, kekuatan akinya di atas 12 volt, juga tidak menggunakan platina.

Lantas, bagaimana agar bisa terhindar dari masalah seperti itu?

1. Biasakan berdoa sebelum berkendara. Patuhilah rambu-rambu lalu lintas. Tengok kanan kiri sebelum menyeberang perlintasan, terutama bila tanpa palang pintu.

2. Bila pandangan terhalang pohon atau bangunan, jangan sungkan untuk turun dari mobil memastikan keadaan benar-benar aman. Bila telah yakin aman, menyeberanglah tanpa ragu-ragu.

3. Bila mendadak mobil mogok di tengah rel, bersikaplah tenang dan jangan panik. Suruh semua penumpang (termasuk anda sendiri) keluar dari mobil.

4. Bila tidak tampak kereta datang, doronglah mobil keluar dari perlintasan. Baru kemudian anda nyalakan mesinnya kembali.

5. Ingat, jangan pernah mencoba-coba menghidupkan mesin saat mobil berada di atas rel, itu sangat berbahaya!

6. Bila kereta sudah terlihat sementara mobil anda masih terjebak, segeralah menjauh. Nyawa anda jauh lebih berharga ketimbang mobil tersebut.

Tambahan:

Menyelamatkan diri dengan mendorong mobil adalah salah satu cara yang baik, namun sebelum turun JANGAN LUPA memposisisikan tuas transmisi pada posisi gigi NETRAL.

Cara lain adalah bila kondisi accu (aki) masih bagus, anda tidak perlu turun dari mobil (kecuali kereta sudah dekat), masukkan tuas transmisi pada posisi gigi 1 (satu), kemudian start mobil (pedal coupling JANGAN diinjak). Maka mobil akan berjalan karena digerakkan oleh dinamo starter. Setidak-tidaknya mobil berjalan sampai menyeberangi rel kereta.

Tetapi cara ini hanya bisa dilakukan untuk mobil yang bertransmisi MANUAL, TIDAK untuk mobil bertransmisi MATIC.

Untuk mobil matic maka penyelamatan hanya dengan cara mendorong, dan jangan lupa tuas transmisi pada posisi NETRAL (N), bukan parking (P). Putaran idle mesin mobil matic biasanya lebih tinggi daripada mobil manual, sehingga mesin tidak mudah mati.

Dan untuk kendaraan bermotor, pastikan gigi dalam posisi netral sebelum anda mendorongnya keluar perlintasan.

Yang lebih penting, tambah putaran mesin setiap kali melintasi rel KA.

(dari berbagai sumber)

7 Responses to “Mengapa Mobil/Motor Bisa Mendadak Mogok di Atas Rel KA?”

  1. Ariefross March 10, 2014 at 2:57 am #

    Maaf nih mo kasih koreksi dikit…intinya mesin bisa “nyala” krn ada api dan bahan bakar. Voltase dr kapasitor nilainya puluhan ribu volt dan itu tdk bs di matikan oleh medan magnet dr rel kereta. Medan magnet dan medan listrik punya sudut gelombang yg berbeda 90derajat alias jd tdk saling interferensi.

    Kendaraan tiba2 berhenti pas di atas rel kerata lebih karena:
    1. Tinggi rel dgn aspal terlalu tinggi jd kl sang sopir gak bejek gas kuat maka mesin mati.
    2. Trs krn gugup dia berusaha muter kunci kontak…nah di sini masalahnya…krn mungkin mesinnya gak “nyala2” dia trs menahan kunci atau jeda antara klik satu dan seterusnya terlalu cepat, sementara kapasitor butuh waktu utk recharge sblm discharge lg. Di perparah kl sistem kelistrikan aki,kabel,cdi,kontak switch sdh uzur…ya udh tamat deh

    • dwik March 13, 2014 at 3:55 am #

      koreksi dikit kapasitor yg jenis gimn itu kok voltasenya puluhan ribu volt, saya cari buat amplifier mentok 50V, lagi cari yg 80v bingung carinya dimn …

  2. maliqibrohaem March 10, 2014 at 2:38 pm #

    hoaks gaan . . kalo memang begitu adanya kenapa motor ga ikut mati juga mesinya?? padahal pake bensin juga kan

    yg paling masuk akal adalah kurang pengalaman dari supir tersebut, kegugupan menjadi faktor utama matinya mesin
    kenapa ga bisa nyala lagi mesinnya? karena sang supir telah gugup sehingga salah dalam menyalakan kendaraannya

    untuk kasus KRL terutama, frekuensi dan jarak antar KRL sangat lah besar, bahkan tidak sampai 1 KM sudah ada lagi kereta di belakangnya. seharusnya jika seperti yg di paparka di atas maka setiap hari pasti ada mobil yg mogok di tengah rel

  3. endar March 10, 2014 at 6:24 pm #

    mohon ijin untuk cpy paste

  4. yogi kurniawan March 13, 2014 at 4:35 pm #

    Gk spenuhnya
    Teori memang benar
    Yang membedakan takdir dan keberuntungan gan
    Klo gk mati untung kalo mati ya buntung
    Kadang aja udah hati2 tetep mati kalo pas nasib buruk

  5. nock March 14, 2014 at 1:13 pm #

    smg infonya diatas benar ya gan..soalnya setau saya ITS tuy Institut Teknologi Sepuluh Nopember..

  6. kang kemod March 14, 2014 at 11:19 pm #

    ikhtiar harus berdoa kudu, soal takdir Allah yang menentukan teori tidak usah disangkal supaya kita lebih berhati-hati

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: