Sebelas Type Suami

4 May
Sebelas Type Suami 2Ada sebuah kisah dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhary dan yang lainnya, yaitu kisah yang menceritakan bahwa ‘Aisyah sedang bercerita kepada Rasulullah shallallu ‘alaihi wasallam, cerita tentang sebelas wanita yang sedang berkumpul, yang mana mereka para wanita tersebut bersepakat untuk tidak menutup-nutupi keadaan suami-suami mereka, bersepakat dan berjanji untuk membongkar keadaan suami-suami mereka, yang kemudian didengar oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sampai selesai,
Dari kisah ini kemudian muncul beberapa macam type suami yang berjumlah sebelas, sehingga kita bisa menilai sendiri, (bagi kita yang sudah menjadi suami) termasuk type yang mana kita ?
Atau mungkin anda adalah seorang istri, kira-kira suami anda termasuk type yang mana ?
Untuk mempersingkat tulisan langsung saja kita baca kisah berikut

عن عائشة رضى الله عنها قالت:

Dari ‘Aisyah semoga Allah meridhainya, ia berkata:
جلس إحدى عشرة امرأة فتعاهدن وتعاقدن أن لا يكتمن من أخبار أزواجهن شيئا
Dahulu ada sebelas orang wanita, yang mereka berkumpul berjanji dan bersepakat untuk tidak menyembunyikan (menceritakan) keadaan suamu-suami mereka
قالت الأولى زوجي لحم جمل غث على رأس جبل لا سهل فيرتقى ولا سمين فينتقل
Wanita pertama berkata: suamiku seperti daging onta yang kurus, yang berada di atas gunung yang terjal, susah untuk mendakinya, kalau pun sudah didapat malas membawanya pulang daging yang kurus tadi
قالت الثانية زوجي لا أبث خبره إني أخاف أن لا أذره إن أذكره أذكر عجره وبجره
Wanita kedua berkata: adapun suamiku tidak akan menceritakan keadaannya, karena aku takut / khawatir tidak mampu ditinggalkannya (berpisah dengannya), namun kalo aku mau cerita maka saya mampu menceritakan urat-urat yang ada di badannya dan urat-urat yang ada di perutnya
قالت الثالثة زوجي العشنق إن أنطق أطلق إن أسكت أعلق
Wanita ketiga berkata: suamiku tinggi, kalau saya ngomong maka aku langsung dicerai, kalau aku diam maka aku pun terkatung-katung
قالت الرابعة زوجي كليل تهامة لا حر ولا قر ولا مخافة ولا سآمة
Wanita keempat berkata: suamiku seperti udara malam di pegunungan tihamah, tidak panas dan juga tidak dingin, tidak menakutkan dan juga tidak membosankan
قالت الخامسة زوجي إن دخل فهد إن خرج أسد ولا يسأل عما عهد
Wanita kelima berkata: suamiku kalau masuk rumah seperti macan, dan jika keluar seperti singa, dan tidak bertanya-tanya (tidak peduli) dengan apa yang ia dapatkan
قالت السادسة زوجي إن أكل لف وإن شرب أشتف وإن اضطجع التف ولا يولج الكف ليعلم البث
Wanita keenam berkata: suamiku jika ia makan banyak menunya dan habis semua, kalau minum pun tidak tersisa, kalau tidur selimutnya dipakai sendiri, dan dia tidak menjulurkan tangannya ke dadaku untuk mengetahui kesedihan hatiku
قالت السابعة زوجي غياياء وعياياء طباقاء كل داء له داء شجك أو فلك أو جمع كلا لك
Wanita ketujuh berkata: suamiku itu tidak kuat ,dan lemah syahwat, serta bodoh, setiap aib ada pada dirinya, dia memukul wajahku atau memukul badanku, atau memukul kedua-duanya sekalian
قالت الثامنة زوجي المس مس أرنب والريح ريح زرنب
Wanita kedelapan berkata: suamiku sentuhannya sentuhan kelinci, aromanya aroma bunga yang harum
قالت التاسعة زوجي رفيع العماد طويل النجاد عظيم الرماد قريب البيت من الناد
Wanita kesembilan berkata: suamiku itu tiang rumahnya tinggi, sarung pedangnya panjang, debunya banyak di rumahnya, dan rumahnya itu seperti tempat pertemuan
قالت العاشرة زوجي مالك وما مالك مالك خير من ذلك له إبل كثيرات المبارك قليلات المسارح وإذا سمعن صوت المزهر أيقن أنهن هوالك
Wanita kesepuluh berkata: suamiku si Malik, tahukah kalian siapa si Malik, Malik itu lebih baik dari apa yang kalia persangkakan, dia memiliki onta yang sangat banyak kandangnya, akan tetapi tempat untuk menggembalakannya sangat sedikit, kalau onta-onta tadi sudah mendengar suara tukang jagal maka mereka sangat yakin bahwa mereka akan binasa
قالت الحادية عشرة زوجي أبو زرع فما أبو زرع أناس من حلي أذني وملأ من شحم عضدي وبجحني فبجحت إلي نفسي وجدني في أهل غنيمة بشق فجعلني في أهل صهيل وأطيط ودائس ومنق فعنده أقول فلا أقبح وأرقد فأتصبح وأشرب فأتقنح. أم أبي زرع فما أم أبي زرع عكومها رداح وبيتها فساح . ابن أبي زرع فما ابن أبي زرع مضجعه كمسل شطبة ويشبعه ذراع الجفرة . بنت أبي زرع فما بنت أبي زرع طوع أبيها وطوع أمها وملء كسائها وغيظ جارتها . جارية أبي زرع فما جارية أبي زرع لا تبث حديثها تبثيثا ولا تنقث ميرتنا تنقيثا ولا تملأ بيتنا تعشيشا
قالت خرج أبو زرع والأوطاب تمخض فلقي امرأة معها ولدان لها كالفهدين يلعبان من تحت خصرها برمانتين فطلقني ونكحها فنكحت بعده رجلا سريا ركب شريا وأخذ خطيا وأراح علي نعم ثريا وأعطاني من كل رائحة زوجا وقال كلي أم زرع وميري أهلك قالت لو جمعت كل شيء أعطانيه ما بلغ أصغر أنية أبي زرع
Wanita kesebelas berkata: suamiku adalah Abu Zar’in, siapa Abu Zar’in ?, Abu Zar’in membuat telingaku berat, dan ia membuat lenganku menjadi padat, selalu membuat aku gembira sampai membuat hatiku menjad riang gembira, Abu Zar’in ini mendapatiku tinggal di gunung dan keluarga kami memelihara kambing-kambing kecil, maka akun pun dipindahkan ke rumahnya (menikahiku) disitu saya mendengar suara kuda suara onta suara gilingan gandum terdengar, maka ketika saya melihat Abu Zar’in memperhatikan saya ketika itu saya katakan saya tidak akan dicela oleh Abu Zar’in, saya tidur sampai pagi, saya minum sampai hilang dahaga saya, Ummu Abi Zar’in siapa Ummu Abi Zar’in ? dia mempunyai perabotan yang banyak dan rumahnya luas, Ibnu Abi Zar’in siapa Ibnu Abi Zar’in ? tempat tidurnya seukuran tempat pedangnya dan kalau makan cukup dengan paha kambing betina kecil, Bintu Abi Zar’in siapa Bintu Abi Zar’in ? seorang yang ta’at kepada bapaknya dan ta’at kepada Ibunya tubuhnya montok dan membuat madunya cemburu sama dia, Pembantu Abu Zar’in siapa Pembantu Abu Zar’in ? dia tidak pernah membongkar rahasia rumah tangga tuannya, tidak pernah mencuri makanan kami, dan tidak pernah memasukkan kotoran kedalam rumah kami,
Ummu Zar’in berkata: suatu sa’at Abu Zar’in keluar di pagi hari sa’at susu digoncang-goncangkan, kemudian di bertemu dengan seorang perempuan yang cantik montok dan seksi, dia melihat wanita tersebut sedang bermain dengan dua anaknya, dan dua anaknya tersebut seperti macan-macan kecil yang sedang bermain dengan dua buah delima, maka dia menikahinya dan menceraikanku, maka aku pun menikah dengan orang lain yaitu seorang terkemuka, bahkan lebih kaya dari Abu Zar’in yang dia menaiki seekor kuda yang sangat cepat larinya dan membawa tombak yang bagus, dan dia membawa ghonimah membawa onta yang banyak untuk saya dan dia berkata wahai Ummu Zar’in ini hadiah untukmu dan beri makan keluargamu, namun Ummu Zar’in berkata seandainya aku kumpulkan seluruh apa yang dia berikan kepadaku maka tidak bisa mengalahkan secuil pemberian Abu Zar’in kepadaku
قالت عائشة قال رسول الله صلى الله عليه و سلم ( يا عائشة كنت لك كأبي زرع لأم زرع إلا أن أبا زرع طلق وأنا لا أطلق )
Berkata ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda : “wahai ‘Aisyah kedudukanku terhadapmu itu seperti Abu Zar’in kepada Ummu Zar’in cuman bedanya bahwasanya Abu Zar’in Mentalaq sedangkan aku tidak mentalaq”
أخرجه البخاري في: 67 كتاب النكاح: 82 باب حسن المعاشرة مع الأهل
Kesimpulan :
Sebelas Type suami
Pertama – Suami yang super pelit, koret, kedekut
Kedua – Suami yang banyak kejelekannya, namun istrinya takut kepadanya, dan istrinya tidak mau atau tidak siap untuk berpisah dengannya
Ketiga – Suami yang mudah marah, mudah mencerai, serta egois
Keempat – Suami yang biasa-biasa saja, tidak terlalu menyenangkan dan juga tidak membosankan
Kelima – Suami yang gagah perkasa namun tidak peduli dengan apa yang ia dapati di rumahnya, tidak pernah bertanya-tanya jika melihat keselahan, tidak terlalu mempermasalahkan kesalahan yang ia lihat
Keenam – Suami yang gembul banyak makan, namun tidak peduli dengan istrinya alias cuek, tidak berusaha memahami perasaan istrinya
Ketujuh – Suami yang bodoh, banyak aibnya, mudah marah, dan suka memukul
Kedelapan – Suami yang lemah lembut dan romantis serta menyenangkan
Kesembilan – Suami yang gagah perkasa, dan suka mengundang orang lain untuk makan-makan di rumahnya
Kesepuluh – Suami yang sangat kaya hartanya melimpah, dermawan dan suka membagi-bagikan makanan kepada orang lain
Kesebelas – Suami yang juga sangat kaya raya, sangat baik, dermawan, perhatian kepada istri dan keluarga si istri
Demikian tulisan yang bisa saya sampaikan, mohon ma’af jika ada kesalahan dan kekurangannya, dan untuk lebih jelasnya silahkan menyimak kajian yang disampaikan oleh Al-Ustadz Firanda dalam Video tautan yang saya cantumkan, semoga bermanfaat
Di tulis di Cileungsi, Tanggal 13 Jumadil Ula 1434 H, 25 Maret 2013 M
Akhukum fillah
Abu Hanifah ‘Alim bin Iryani Heri Atmaja bin Martadimulya bin Mangunharja bin Mangun Ali Mudi Mangun Negara Al-Bantuliy

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: