Di Atas Deru Motor yang Melaju, Aku Menangis

5 May

Gambar

Bismillah…Gerakan mentari yang mulai condong jatuh ke arah barat sudah menunjukkan waktu ashar tiba… tetap fokus mataku mencari masjid terdekat… tidak membutuhkan waktu yang lama… Alhamdulillah, akhirnya kutemukan sebuah masjid dan sholat disana…

Selepas sholat, ketika hendak bersiap untuk pergi, pandanganku tertuju pada sepasang suami istri yang tengah beristirahat dari lelah yang teramat sangat karena yang membawa motor adalah sang istri… tampaknya mereka telah menempuh jarak yang cukup jauh…

Ada yang tak biasa, ternyata sang suami sedang merintih sakit tak tertahankan hingga lisannya senantiasa beristighfar dan bertakbir juga bertahlil… untuk menguatkan dan memberi semangat pada suaminya, sang istri menggenggam tangan sang suami dengan erat, seolah berkata “Sayang, aku disini… tidak akan meninggalkanmu dalam derita, kita tanggung bersama ujian yang menimpa keluarga kita”

ALLAHU AKBAR !!!

Dari penuturan sang istri… ternyata seminggu setelah anak mereka yang masih bayi meninggal dunia… sang suami langsung drop terserang sakit Liver stadium lanjut…

Telingaku sebenarnya sudah gak tahan mendengar kisah pilu keluarga itu, namun rasa penasaran masih mencoba menggali hikmah yang tersembunyi…

3 tahun… yaa 3 tahun sudah penyakit yang menyerang sistem daya tahan liver sang suami seperti diambang kemenangan… 2 tahun terakhir sang istri dengan penuh kerelaan dan keikhlasan mengantar sang suami seminggu 2 kali untuk cuci darah… lihatlah perutnya yang membesar…

Laa Haula walaa Quwwata illaa Billaah…

Semangat sang suami untuk tetap hidup dan kerelaan sang istri berbakti pada sang suami, sempat meluluhlantakkan persendian tubuhku hingga kurasakan getaran halus dikulitku sebagai rasa takjub yang entah bagaimana harus kuwakili dengan kata-kata…

Aku dekati sang suami dan mendoakannya… ia terlihat pasrah.

Ketika hendak pergi, kuserahkan selembar 50 ribu pada istrinya… ia tak kuasa menolak, ada bulir bening menggantung di kedua matanya… sang suami tersenyum bahagia…

Aku pun pamit sambil ucapkan salam pada mereka…

Di atas deru motor yang melaju, aku menangis… berbagai dalil shahih yang pernah kubaca dan kudengar berseliweran dikepala…

Semoga balasan sang istri adalah Jannah, walau ia belum berpakaian layaknya muslimah dengan sempurna…

Semoga sang suami diangkat penyakitnya dan disembuhkan Allah azza wa jalla agar keluarga mereka bergembira sedia kala…

Aamiin Allahuma Aamiin…

========
Tuk istriku : Kesempurnaanmu dengan berhijab syar’i dan baktimu pada suami membuatku semakin mencintaimu…

Satu lagi duhai istriku… tolong maafkan aku, kita memang butuh 50 ribu untuk belanja dapur 2-3 hari kedepan… tetapi mereka butuh 50 ribu untuk hari ini… menyambung nafas rumah tangga yang mungkin sempat terhenti…
========

Cibubur, 4 Rabiul Awal 1434 H
True Story by: Pujangga Miskin Al Ghuroba’

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: