Goresan Penaku

17 May

Gambar

BERSAMA

Tidak selamanya musim bersahabat dengan kita
Badai dan kabut kadang menghampiri kita
Dan aku ingin kita bersama dalam setiap keadaan

Gambar

KEMBALI

Aku terbang meninggalkanmu

Tak sadar angin kencang menghempasku

Hingga lupa arah pulang

Kini, dengan sisa tenaga

Kukepakkan sayapku melawan arah angin

Kembali padamu

Gambar

SETIA

Disaksikan tembok rumah kita yang lusuh

Di bawah atap bambu rumah kita yang mulai rapuh

Telah kubuktikan padamu

Bahwa mata ini pernah berlinang

Takut kehilangan kamu

Cintaku tidak selusuh tembok rumah kita

Sayangku tidak serapuh atap bambu rumah kita

Walau pakaian yang kukenakan lusuh

Walau raga ini suatu saat akan rapuh

Gambar

I MISS YOU

Akhirnya…

Sebelum pena ini habis tintanya
Aku sudah kehabisan kata

Dulu kukatakan “Wahai pena kenapa engkau kering, aku belum selesai”
Kini kukatakan “Wahai kata kenapa kamu habis, aku belum selesai”

Inilah kata terakhirku
Aku sudah tidak punya kata lagi

Lihatlah walau engkau mengantuk
Buka matamu sekejap saja

Setelah itu tidurlah dengan nyaman
Walau aku tidak di sampingmu

Lihatlah… i miss you

Gambar

SAKSI BIKSU

Andai tempat duduk itu bisa bicara

Ia akan bercerita tentang kita

Kepada siapa saja yang singgah di situ

Gambar

MATA SAYU

Kutahu bahwa tatapan matamu bagaikan lentera kehabisan minyak.

Hidup enggan mati tidak, sayu…

Namun dibalik pandanganmu yang redup itu,

Laksana cahaya yang menyilaukanku.

Mengapa setiap menatap matamu, hatiku jadi lumpuh.

Gambar

CURAHAN HATI

Ketahuilah wahai si mata sayuku

Tinta pena bukanlah samudera yang luas

Suatu saat ia akan kering

Namun ketahuilah duhai pemilik lentera yang hendak padam

Seandainya aku mampu

Akan kutulis curahan hatiku ini

Hingga ia kering karena tertuang di atas kertas

Dan aku kecewa dengan pena yang kugenggam

Seolah hendak berkata

Wahai “pena” aku belum selesai
Gambar
CEMBURU
Dulu aku selalu menghindar dari terjangan peluru itu
Kusembunyi, kadang berlari menyelamatkan diri
Berharap peluru itu tak melukaiku
Sekarang aku sadar…
Bahwa ia adalah “tanda cinta” yang dalam
Yang siap meledak setiap saat
Tak kenal ruang, tak kenal waktu…
Cemburu
Gambar
LETIH
Keletihan ini butuh pelampiasan
Berharap berkurang walau sedikit
Wahai kertas yang terserak terbuang
Ijinkan aku memungutmu
Walau engkau secarik kertas yang lusuh
Akan kuhiasi dengan goresan tinta
Akan kutuangkan isi hatiku
Lewat pena yang kugenggam ini
Gambar
MENEMANIMU
Andai aku bola
Aku rela engkau permainkan
Kau tendang ke sana ke mari
Sampai engkau lelah, berhenti
Setelah itu kau letakkan aku
Di salah satu sudut rumah
Berharap esok engkau kembali ceria
Karena ada aku yang menemanimu bermain

Oleh: Sugeng Rahmanto

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: