MEMORI PANTAI KRAKAL (Opspek Mahasiswa Seni Rupa UNS Angk. 1996)

25 Jun

Gambar

Malam itu aku duduk seorang diri
Termenung kaku di atas pasir putih
Pasir dingin nan indah bagai hamparan permadani
Dari benang kristal bening dan bersih

Dalam ketermenungan sendu
Mata hitamku menatap ke tengah laut
Memandang jauh pada panorama alam rayu
Yang murah menggerakkan kalbuku
Tuk menghibur jiwaku yang kerap membisu

Angin laut mengoyak acak rambutku
Air asin pun mulai mencium sinis paras wajahku
Desiran ombak mengejek-ejek ke dalam telingaku
Sekonyong ingin menunjukkan kepadaku
Keangkuhan dirinya yang serba mampu
Merabrak genit, mengukir lubang pada karang yang keras dan kaku

Bulan tertawa ria melihat mimik wajahku
Binatang-binatang pasir menebar senyum pada diriku
Keong kecil yang tersembunyi juga pura-pura lugu
Angin dingin lambat tapi pasti, menusuk…
Ke dalam pori-pori kulit dan tulang-tulangku

Dengan santun kupersilahkan
Langit, alam dan laut menertawakanku
Sambil berharap ada seseorang tuk mengisi penatnya rasa sepiku
Dan mengunjungi relung hatiku

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: