SEPENGGAL KISAH DI BAWAH LANGIT EMIRAT

16 Dec

[streetsofmadinah11a.JPG]

Dia Bukan Pengemis, Tapi…

Syaikh Wasim Yusuf dalam salah satu khutbahnya mengisahkan, “Kemarin ada seorang nenek berusia 50 tahun duduk disebuah masjid yang terletak di salah satu sudut pasar Imarat. Ia duduk disana dari pukul 10 hingga pukul 5 sore. Di masjid itu dia berwudhu dan sholat. Dia membawa bekal makanan dari rumah anaknya untuk di makan di tempat tersebut. Sebab diantara waktu itu anaknya sedang berada ditempat kerja.
Anda tau kenapa.?
Wanita tua itu takut bila mengusik kehidupan rumah tangga anaknya, dimana sang anak lebih mendengar keluhan istrinya tentang ibunya lalu anaknyapun menghardiknya. Untuk mencari rasa aman ia memilih tinggal di masjid pasar tersebut hingga anaknya pulang kerja.

-selesai-

Sahabat…
Cerita diatas mungkin belum pernah kita baca atau kita dengar dari ummat terdahulu.
Inilah zaman itu..
Zaman dimana laki laki tunduk kepada istrinya, durhaka kepada ibunya, baik terhadap temannya namun kasar kepada bapaknya.
Iya inilah zaman itu…
Zaman dimana seorang anak memilih menjauh dari ibunya demi mencari ridho istrinya.

Bersyukurlah bila anda masih memiliki kedua orang tua, terutama Ibu. Mereka adalah jembatan kita menuju ridho-Nya. Titilah jembatan itu, lewati dengan senyum yang manis. Jaga mereka… kerena “Orang tua adalah pintu surga yang paling tengah. Sekiranya engkau mau, maka sia-siakanlah pintu itu atau jagalah!!” (HR. Ahmad)

Qadhi Iyadh menjelaskan, “Maksud pintu surga yang paling tengah adalah pintu yang paling baik dan paling tinggi. Dengan kata lain mentaati dan menjaga orang tua adalah sebaik-baik sarana yang bisa mengantarkan seseorang ke dalam surga dan meraih derajat yang paling tinggi di dalamnya”.

Alangkah meruginya orang yang mendapati kedua orangtuanya telah lanjut usia, tapi ia tidak masuk surga, padahal kesempatan itu terbuka lebar dihapannya. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda :
“Sungguh celaka…
sungguh celaka…
sungguh celaka..
lalu dikatakan, “Siapakah itu wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “ Yaitu orang yang mendapati kedua orang tuanya, atau salah satu dari keduanya lanjut usia namun ia tidak masuk surga.” (HR Muslim)

Ia tidak masuk surga karena menyia-nyiakan keduanya, tidak mentaati perintahnya, tidak berbakti padanya, tidak berusaha membuatnya senang, tidak meringankan kesulitannya, tidak bertutur kata yang baik kepadanya dan tidak merawat keduanya disaat keduanya tak mampu lagi hidup mandiri.

Saudaraku….
Jaga baik-baik pintu surgamu itu…
Selagai ada waktu. ..

______________
Madinah 7 shafar 1436 H

Sumber: Aan Chandra Thalib

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: