Ditolak Sana-Sini, Pengungsi Rohingya Minum Air Kencing untuk Tetap Hidup

22 May

Foto Pengungsi Muslim Rohingya

Kisah hidup para pengungsi Rohingya asal Myanmar sangat memilukan. Ribuan pengungsi yang terkatung-katung di lautan, ini sempat ditolak oleh 3 negara ASEAN. Selama di lautan,muslim Rohingya terpaksa meminum air kencing sendiri agar tetap hidup, “Kami melihat ada orang yang minum air kencing mereka sendiri dari botol. Kami sudah melemparkan botol air untuk mereka, segala sesuatu yang kami punya di kapal,” kata Jonathan Head, seorang wartawan dari BBC.

Dilansir dari Tempo.co (15/05/2015), selain itu, setidaknya sepuluh pengungsi tewas akibat kelaparan dan kehausan di perahu nelayan yang telah terkatung-katung selama seminggu terakhir di Laut Andaman, yang terletak di antara Myanmar selatan dan Thailand barat. Seorang muslimRohingya mengatakan mayat-mayat orang-orang yang meninggal dibuang ke laut.

Foto Pengungsi Muslim Rohingya

Diperkirakan 6.000 pengungsi asal Myanmar berada di tengah laut akibat ditolak berlindung di negara-negara di ASEAN. Menurut laporan, lebih dari 120 ribu warga minoritas muslim Myanmar tersebut telah naik perahu ke negara-negara lain dalam upaya melarikan diri dari Myanmar.

Meski PBB dan badan-badan bantuan telah menyerukan pihak berwenang di Thailand, Indonesia, dan Malaysia untuk menyelamatkan para pengungsi itu, mereka tampak tidak mau mengambil para pengungsi. Sebelumnya, TNI Angkatan Laut memberi bantuan makanan dan air bersih serta membiarkan perahu kayu yang ditumpangi muslim Rohingya melanjutkan perjalanan ke Malaysia.

Foto Pengungsi Muslim Rohingya

Wakil Menteri Dalam Negeri Malaysia Wan Junaidi Jaafar mengatakan sekitar 500 orang berada di kapal yang ditemukan pada Rabu, 13 Mei 2015, di lepas pantai utara Penang. Setelah diberi beberapa perlengkapan, mereka diminta meninggalkan perairan Malaysia. “Apa yang Anda harapkan untuk kami lakukan,” ucap Junaidi.

Junaidi menuturkan pemerintahnya sudah berbaik hati terhadap para pengungsi tersebut. “Kami sudah sangat baik untuk orang-orang yang masuk ke perbatasan negara kami. Kami telah memperlakukan mereka secara manusiawi, tapi mereka tidak dapat membanjiri pantai kami dengan cara seperti ini,” ujarnya.

Foto Pengungsi Muslim Rohingya

Perdana Menteri Thailand Jenderal Prayuth Chan-ocha mengatakan, “Jika kami membawa mereka semua ke dalam negara kami, siapa saja yang ingin datang akan datang dengan bebas. Saya menanyakan, apakah Thailand mampu merawat mereka semua? Lantas dari mana anggarannya?”

Matthew Smith, direktur eksekutif kelompok hak asasi manusia nirlaba Fortify Hak, menyatakan, “Ini adalah krisis kemanusiaan serius yang menuntut tanggapan segera.”

http://www.lintas.me/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: